Aku Ola!

Halo, aku Ola! Aku bertubuh mungil tapi kuat. Juga bulat. Orang-orang akan tertawa kalau aku tertawa. Lucu katanya. Mataku jadi tinggal segaris. Gigiku belum tumbuh semua. Tapi sekarang aku sudah sekolah. Kelas TK Besar.

Ternyata bermain di luar rumah itu menyenangkan ya. Aku bisa berlari ke sana kemari. Ibu juga tidak banyak khawatir seperti di dalam rumah. Aku juga tidak sedikit-sedikit dengar larangan ini-itu.

“Awas, La.”

“Hati-hati, La.”

“Ola, jangan ke sana.”

Tidak ada sama sekali. Ibu tersenyum padaku sepanjang hari. Sesekali mendekatiku dan melihat apa yang aku kerjakan atau membawakan aku makanan. Tadi pisang goreng coklat keju, kemudian jus jeruk segar. Ibu sudah menyiapkan bekal yang banyak dari rumah. Pokoknya aku senang. Aku bebas melakukan apa saja. Membuat gambar di atas pasir, berguling-guling sampai bosan, membenamkan diri di air, atau bersembunyi di balik batu besar memperhatikan kepiting dengan diam-diam. Menunggu mereka keluar berjalan dengan kedua capitnya di atas.

Hari ini adalah pertama kalinya aku diajak ke pantai oleh Ibu. Rumahku di daerah perbukitan. Semuanya hijau karena banyak pohon. Tapi bukan tempat terpencil karena akses kendaraan umum juga tersedia dan mudah untuk didapatkan. Hanya saja, rumahku memang jauh dari mana-mana. Jauh dari pasar, jauh dari sekolah, jauh dari kota Jakarta, dan tentu saja jauh dari pantai mana pun. Aku dan Ibu harus rela naik turun kendaraan, berganti-ganti. Tapi lihatlah hari ini, kami berdua di sini!

Sebuah pantai. Sejauh mata memandang, ada hamparan laut seperti permadani dan terdengar debur ombak seperti lagu tidur yang seringkali ibu nyanyikan untukku.

“Hai, Ola! Bagaimana rasanya main ke pantai dan melihat lautan?” tiba-tiba ada suara di balik batu. Seekor kepiting muncul di depanku. Tentu saja aku terkejut. Aku terjatuh ke belakang.

 “Hei, kamu kok bisa bicara?” aku sambil menengok ke kiri dan ke kanan. Tidak ada siapa-siapa. Ibu masih tetap jauh di tempatnya sedang merapikan roknya yang terkibas angin.

“Ups, maaf Ola. Aku mengejutkanmu. Aku Pipi Kepiting. Dia temanku, Rara Kerang.” Kemudian muncul sebuah kerang dari dalam pasir tepat di sebelah kepiting yang tadi. Aku masih tidak percaya si kepiting itu yang bicara.

Pipi Kepiting menggerakan kaki-kakinya ke arahku, jalannya miring. Hihi lucu sekali. Rara Kerang tetap di tempatnya sambil membuka dan menutup cangkangnya.

“Oh, aku Ola. Halo, salam kenal!” aku memberikan tanganku pada Pipi Kepiting. Aduh aku lupa, dia kan tidak punya tangan sepertiku.

“Hahaha. Mana bisa kita berjabat tangan, Ola.” Pipi Kepiting tertawa.

Aku menggaruk-garuk kepala sambil menunduk. Juga sambil tertawa. Kami bertiga jadi tertawa bersama. Pipi Kepiting kemudian bercerita tentang teman-temannya yang lain. Mereka tinggal di lautan, sesekali muncul di daratan. Di sepanjang garis pantai. Rara Kerang tidak mau kalah bercerita. Tentang luasnya lautan tempat tinggal mereka dan hamparan pasir yang membentang.  Dia dan teman-temannya pernah datang bergerombol dan memenuhi garis pantai ini. Semuanya penuh kerang. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau semuanya kerang, terus pasir-pasirnya kemana dong?

“Ola sedang apa di sini?” Rara Kerang kemudian bertanya padaku.

“Eh aku? Aku…tadi aku memperhatikan kalian. Sembunyi di balik batu itu.” Aku tertawa, malu tapi lucu rasanya seperti ketahuan kalau lagi ngintip.

“Istana pasir itu buatanmu?” Pipi Kepiting mengacungkan capitnya ke arah gundukan pasir di sebelah kakiku.

“Wah bagus ya. Aku akan masuk ke sana. Boleh kan? Ya?” dia langsung berjalan menyamping menuju gundukan pasir yang aku buat. Padahal aku belum menjawab apa-apa.

“Area pasir di sini dulunya lebih banyak, Ola. Lahannya lebih luas. Kamu bahkan bisa bebas tiduran tanpa takut sampah nyangkut di tubuhmu. Kalau kamu berlari, kamu juga pasti tidak akan menemukan sebelah sandal jepit seperti di pojokan itu. Terus yaaa, wangi lautnya lebih segar, betulan bau air laut tidak bercampur dengan bau tidak sedap dari gunungan sampah yang ada di sana itu juga. “ Rara Kerang bicara padaku.

“Oh ya? Jadi maksud Rara tempat ini dulunya jauh lebih bagus? Tapi aku sudah senang kok bisa ke sini hari ini. Ini pertama kalinya aku dan Ibu main ke luar rumah yang jauuuuuuuh. Pertama kali juga aku melihat laut langsung.”

Aku baru sadar ternyata tempat mainku dari tadi dekat dengan tempat sampah besar. Isinya banyak sampah plastik yang sudah rusak dan aneka benda yang bentuknya sudah aneh. Mungkin aku hanya terlalu senang. Senang karena akhirnya aku bisa jalan-jalan bareng ibu melihat pantai.

“Tapi aku mau datang ke sini lagi nanti kalau sudah besar.” Aku berbisik pada Rara Kerang.

Semilir angin memainkan rambut ikalku. Aku ngantuk dan merebahkan tubuhku. Ombak mengantarkan air laut sesekali mengenai kakiku. Suara Rara Kerang semakin tidak terdengar.

Saat aku membuka mata, aku sudah di pangkuan ibu. Hihi rupanya aku ketiduran. Berapa lama ya? Wah, hari sudah gelap. Kami sudah di penginapan.

“Bu, tadi Ola ngobrol sama Pipi dan Rara lho di pantai. Harusnya aku kenalin ya ke Ibu.” Begitu bangun aku laporan ke Ibu tentang dua teman baruku siang tadi.

“Pipi dan Rara?” Ibu mengangkat sebelah alisnya, sepertinya bingung.

“Iya, Bu. Pipi itu kepiting terus Rara itu kerang. Mereka cerita banyak hal ke Ola. Tentang teman-temanya, rumahnya di mana, terus ya Bu mereka juga bilang tentang pantai yang kita datengin tadi itu sebetulnya lebih luas, Bu. Luaaaaaas banget.” Aku sambil membentangkan tangan ibu.

Ih, Ibu kok cuma senyum-senyum aja sih.

“Ya sudah, sekarang kita mandi terus makan malam. Nanti lanjut cerita tentang siapa tadi, Pipi dan Rara?”

“Ibu, terima kasih yaaa. Aku senang sekali hari ini. Senaaaang.”

Sebelum bergerak dari pangkuan Ibu, aku mendapatkan kecupan di pipi kiriku. Ah, hari ini ini kado paling menyenangkan yang aku terima. Eh tapi sebetulnya aku juga tidak paham betul sih apa maksud Rara siang tadi itu. Mungkin nanti Ibu bisa jelaskan. Ah, aku senang. Terima kasih jalan-jalan hari ini, Bu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s