Ibu Sayang

Direktur di perusahaanku, menuliskan kontak istrinya dengan “Ibu Sayang”. Jadi setiap kali istrinya-yg mana beliau juga adalah Komisaris- menghubunginya, maka di layar ponsel beliau akan terpampang dengan besar tulisan “Ibu Sayang”.

Setelah dering telpon berbunyi, maka beliau pasti akan mengangkat dengan suara yang merdu dan penuh kasih sayang serta lembut. “Iya, Ibu.. kenapa?”

Ah, romantisme sederhana bahkan di meja kerja. Siang yang teduh. Kalian mau tahu direkturku sedang apa? Menyiapkan materi istrinya yg akan berangkat ke Perancis esok lusa. Lalu aku sedang apa? Tutorial bagaimana caranya crop and insert image di materi itu untuknya.

Aih, semoga suamiku kelak adalah suami yang pintar, bijak, dan mau menolong istrinya. Seperti direkturku pada istrinya-yg mana beliau juga adalah komisarisku.

ps: sayangi istrimu.

Advertisements

Review Film: Quiet Place

Quiet Place

Senyap sedari awal. Seperti mencekam sekaligus penasaran. Apa yang akan muncul selanjutnya. Disajikan epic secara gambar dan suara. Membutuhkan sedikit pemain tapi jelas jalan ceritanya. Pada scene tertentu, bahkan tanpa banyak dialog aku bisa ngerasin gimana sayangnya, gimana tegangnya, gimana berharganya arti keluarga.

Tentang keluarga yg bertahan hidup dari ancaman makhluk yang peka dengan adanya suara. Sampai akhirnya mereka harus merelakan anak terkecil mereka diambil makhluk itu karena dengan sengaja memutar mainan yg mengeluarkan suara. Tidak bisa terlalu bersedih, tidak bisa terlalu bahagia, semua serba terbatas berkespresi.

Dari semua kejadian di film ini yg paling membuat aku bertanya-tanya adalah gimana caranya nanti kalau lahiran (yg mana pasti akan ngeluarin suara ribut banget dan memunculkan tangisan bayi) supaya ga kedengeran sama itu makhluk. Ternyata…. mereka udah menyiapkan segalanya. Wow!

ok, nonton sendiri gih 🙂

Hal-hal Sederhana

Hal-hal sederhana yang sebenarnya seringkali memberikan banyak pemahaman seketika.

  1. Duduk di pinggir jendela dalam bus kota atau kereta. Mengedarkan pandangan ke semua penjuru dan membuka telinga. Mendengarkan betapa bisingnya ternyata mulut manusia.
  2. Berjalan melewati gang-gang tak dikenal dan berakhir pada penemuan aliran air di kampung sebelah. Terhubung dunia antara rumah-rumah kota dan desa.
  3. Memilih untuk menaiki angkutan kota, lebih lama, tapi lebih hemat di kantong celana.
  4. Mendatangi teman di luar kota tanpa banyak keraguan ini dan itu, menyatu dengan keluarganya, dan melebur di lingkungan rumahnya.
  5. Mengulang pengampunan setiap kali kuingat tentang masa-masa kelam di antara usia.

Membungkam riuh, menekan debar, dan mengalihkan aliran air yang deras ingin keluar.

Me as Paragonian

Visi Perusahaan

Menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk memiiki pengelolaan terbaik dan berkembang terus menerus dengan bersama-sama menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin melalui produk berkualitas yang memberikan manfaat bagi Paragonian, mitra, masyarakat, dan lingkungan.

Misi Perusahaan

Mengembangkan Paragonian. Belajar secara berkesinambungan dan mengembangkan Paragonian yang kompeten dan berdaya saing. Menciptakan Kebaikan untuk Pelanggan. Kami mendengarkan kebutuhan pelanggan dan menciptakan produk yang melampaui harapan pelanggan. Perbaikan Berkesinambungan. Kami senantiasa berinovasi dalam seluruh proses untuk meningkatkan kualitas produk. Tumbuh Bersama-sama. Kami bekerja sama dengan mitra bisnis demi kemajuan bersama. Memelihara Bumi. Bumi menyediakan semua kebutuhan hidup kita, kami senantiasa berusaha memeliharanya. Mendukung Pendidikan dan Kesehatan Bangsa. Kami berusaha membangun generasi melalui pengembangan sumber daya manusia berpengetahuan, berpengalaman, dan sehat. Mengembangkan Bisnis. Kami melakukan pengembangan produk, jasa dan ekspansi unit bisnis.

Nilai Inti Perusahaan

  1. Ketuhanan. Paragonian meyakini keberadaan dan kekuasaan Tuhan.
  2. Keteladanan. Paragonian berusaha menjadi inspirasi positif bagi rekan kerja, keluarga, dan masyarakat, dimulai dari diri sendiri.
  3. Kekeluargaan. Paragonian menjunjung tinggi nilai kebersamaan yang didasari rasa saling percaya dan menjaga tradisi untuk mewujudkan cita-cita bersama.
  4. Tanggung Jawab. Paragonian memahami peran masing-masing, disiplin dalam menjalankan tugas, serta menyadari konsukensi dari setiap tindakannya.
  5. Fokus Pada Pelanggan. Paragonian berusaha memenuhi dan melampaui kebutuhan serta harapan pelanggan internal maupun eksteral.
  6. Inovasi. Paragonian mengembangkan ide, teknologi dan metode baru untuk mengantisipasi perkembangan bisnis global.

Continue reading “Me as Paragonian”

Belum Tahu

Kita hanya tidak tahu, bukan, belum tahu. Iya, kita belum tahu apa yang terjadi di masa depan. Sesaat bahkan setelah ini. Setelah aku menuliskan kalimat yang tidak seberapa panjang.

Kita hanya belum tahu, karena waktu merubah segalanya. Manusia di dalamnya. Keadaan membersamainya.

Keinginan seperti apa yang sebenarnya setiap manusia langitkan dan seberapa terkaitnya dengan kebutuhan yang sesungguhnya dia perlukan. Hanya belum tahu saja. Tapi semua akan bermuara pada satu. Masa depan. Universa.

Milik Tuhan saja.

 

Jakarta,

Di penghujung Agustus.

Review Film: The Greatest Showman

Bagiku yg akhirnya kesampaian nonton film ini setelah segala macam testimoni menarik dari para penonton lainnya, aku cuma mau bilang bahwa film ini 9/10.

The Greatest Showman

Kenapa?

Aku suka musiknya, gambarnya, pemainnya, dan ceritanya. Aku suka semua. Aku suka gimana endingnya. Klimaks.

You can’t be so ambitious in your life. Again, because in this life, your life isn’t all about you. Not only you. So many threads are intertwined there. Someone else. Their life too.

Bittersweet but memorable.

  1. Di hidup kita, sekali gagal itu ga masalah, dua kali, tiga kali, atau lebih juga bukan masalah. Selalu ada jalan keluar buat mereka yang memang mau berusaha dan berubah. Allah gak pernah kasih masalah tanpa solusi penyelesaian. Percayalah.
  2. Di hidup kita, cinta dan pengorbanan akan banyak rupanya. Tidak melulu perkara selangkangan dan air mata. Lebih dari itu semua. Dan keluarga tetaplah rumah.  Percayalah.
  3. Di hidup kita, kesuksesan dunia bukan semata-mata yang kita cari. Sejenak gemerlap akan menyilaukan. Tapi akhirat akan lebih indah jika dijadikan tujuan. Percayalah.

Ku sungguh suka. Meski aku malu sesekali mengusap mata menahan pedih. Malu kau pergoki. Meski ingin sekali kau tahu aku bagaimana ketika terlalu terlalu menghayati sesuatu meski itu hanya sebuah sajian drama di layar lebar. Dan kau di sampingku, tetap tersenyum menikmati.

Review Film: The Darkest Mind

Aku sungguh tertipu.

darkestminds

Film ini kulihat menarik di awal kemunculan teaser-nya. Seperti menjajikan hal yang lebih fantasi dan membangkitkan imajinasi ketika kita melihat sebuah visualisasi. Ekspektasi tinggi ternyata tidak sejalan dengan pengalaman langsung setelah selesai menonton. “Oh, gini doang akhirnya?” “Baik.”

Harapanku adalah bisa melihat adegan lebih intens saat kekuatan dari setiap anak yang spesial itu digunakan. Kupikir akan ada adegan bertarung secara habis-habisan bukan hanya penyerangan massal dan terkesan huru-hara saja.

Well, di luar itu semua mari kita tetap cari sela positifnya dari film ini. Cuma satu yg bisa membuat aku terkesan. Ketika Ruby merelakan diri untuk menggunakan kekuatannya dan menghapus dirinya sendiri dari kehidupan dan orang-orang yg dicintainya. Alasan klasik, kebahagian orang yang lebih banyak.

Sudah itu saja.

#sekalian mencoba cinemaxx di Lippo Keboen Raya